Jakarta (KABARIN) - Bendahara Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Hilman Latief menegaskan bahwa ibadah kurban memiliki peran penting dalam memperkuat kerekatan sosial di tengah masyarakat.
“Ibadah kurban memiliki dimensi yang kuat yaitu untuk meningkatkan kohesi atau kerekatan sosial dan ekspresi solidaritas,” kata Hilman saat menjadi khatib Shalat Idul Adha 1447 Hijriah di Gedung PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Rabu.
Ia menjelaskan, nilai-nilai pengorbanan dalam kisah Nabi Ibrahim menjadi inspirasi utama dalam pelaksanaan ibadah kurban umat Islam setiap Idul Adha. Menurutnya, pengorbanan tidak hanya berkaitan dengan ritual, tetapi juga berkaitan dengan ketakwaan dan proses pembentukan karakter.
“Pada hakikatnya, pengorbanan dalam hidup ini, bahkan secara khusus, tradisi berkurban ini yang tidak lain adalah untuk mencapai ketakwaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, Nabi Ibrahim menjadi teladan dalam keteguhan sikap dan proses menjalankan kebenaran sebelum mencapai keberanian dalam berkorban.
“Nabi Ibrahim tidak selalu tiba dengan keberanian, tetapi dia adalah seorang ayah yang sabar dan aktif melakukan perbuatan yang benar, sebelum dirinya betul-betul menjadi seseorang yang berani berkorban,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Idul Adha 1447 H PP Muhammadiyah Pachrul Septiana mengatakan tahun ini pihaknya menerima 20 ekor sapi, termasuk dari Presiden dan Wakil Presiden.
“Tahun ini, kami menerima 20 sapi, itu termasuk dari Bapak Presiden sama Wakil Presiden. Dari 20 ekor sapi itu, kami distribusikan lagi ke pimpinan daerah Muhammadiyah, cabang, bahkan ke tingkat ranting; tetapi yang kami utamakan di daerah Jabodetabek,” kata Pachrul.
Ia menyebutkan, hewan kurban tersebut akan disembelih di rumah pemotongan hewan (RPH) dan mulai didistribusikan kepada masyarakat pada Kamis (28/5).
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026